Jumat, 27 Februari 2015


" Barangsiapa yang mencari ilmu hanya karena ALLAH swt semata, maka ilmunya akan selalu bertambah setiap hari dia akan selalu merasa senang karena dia bisa mendapatkan faedah dan kemanfaatan  !"

Rabu, 25 Februari 2015

Resensi Novel

INSYA ALLAH You’ll Find Your Way

1.      IDENTITAS BUKU


Judul Buku                  : INSYA ALLAH  You’ll 
  Find Your Way
Kode Buku                 : 9797959074
Penulis            
            : Hengki Kumayandi 
Harga   Buku               : Rp. 4
9.000,-
Ukuran                        : 1
3x20 cm 
Tebal                           : 
352 halaman
Penerbit                       : 
Wahyu Qolbu
Edisi                            : Soft Cover
Kategori                      : 
Religius
Tanggal Terbit
            : November 2014


2.      SINOPSIS NOVEL
Bersama Kesulitan, Selalu Ada Jalan Keluar
Kisah tentang tiga anak manusia dengan takdir kehidupan masing-masing.
Tentang Bram yang berjuang untuk bertahan hidup....
Tentang Fajrin yang begitu teguh dengan prinspinya....
Dan tentang Elis yang mencuri hati salah seorang di antara Bram dan Fajrin....
Ketiganya adalah sahabat sejati yang tengah mencari dan menentukan jati diri. Lalu, bagaimana ketika cinta hadir di antara ketiganya?
Apakah persahabatan mereka masih tetap rekat? 
Dan bagaimana ketika persahabatan mereka harus terpisahkan oleh sebuah takdir?

Berikut ini merupakan sinopsis singkat mengenai novel tersebut :
         Ini kisah tentang perjalanan hidup seorang Mahasiswa bernama Bramudya Ilyas yang berasal dari Sumatera Selatan merantau ke Jakarta untuk menyelesaikan studinya di Universitas Pamulang Jurusan sastra dan bahasa Indonesia. Ia menjadi Yatim sejak ia duduk di bangku SMK. Warung dan Kebun Kopi sepeninggalan ayahnya yang menjadi sumber penghasilan keluarga Bram saat ini. Tapi, akhir-akhir ini Warung dan Kebun kopinya sedang tidak produktif, sehingga keluarga Bram mengalami krisis Ekonomi. Listrik di rumah Umaknya (Ibu) sudah nunggak dua bulan, Adiknya sampai menunggak bayaran sekolah dan pengiriman uang untuk Bram pun tertunda. Padahal Bram sedang membutuhkan uang untuk bayaran semesternya, sudah dua semester dia menunggak. Umaknya menyarankan agar Bram mencari pekerjaan, tapi jika Bram tidak bisa, maka sawah sepeninggal ayahnya akan dijual untuk membiayai kuliahnya.
Akhirnya Bram terpaksa memutuskan untuk mencari pekerjaan saja, ia tak mau sawah sepeninggal ayahnya dijual, karena sawah sepeninggalan ayahnya adalah penambah penghasilan keluarganya selain dari warung dan kebun kopinya. Bram berusaha untuk membagi waktunya untuk bekerja dan kuliah, bagaimanapun ia tak mau putus kuliah hanya karena cobaan seperti ini. 
Berawal dari pertemuan Bram dengan Pak Tris, gurunya semasa SMA dulu, Bram mendapatkan tawaran pekerjaan mengajar di salah satu SMU yang berpredikat sangat bermasalah dengan para siswanya. Bram tak punya pilihan lain, mengingat susahnya mencari pekerjaan paruh waktu di kota besar. Dengan dorongan moril dari Elis, seorang yang diam-diam disukai oleh Bram lebih dari sekadar sahabat, akhirnya Bram mantap untuk mengambil tawaran mengajar dari Pak Tris tersebut.
Disitulah Bram mendapatkan tempaan hidup yang sesungguhnya. Ujian dan cobaan yang berat datang bertubi-tubi. Mulai dari harus mengatasi murid-murid yang nakal dan suka tawuran, hingga harus tetap membagi waktunya mengurus kuliah, masalah pribadi dan masalah murid-muridnya tersebut. Ditambah lagi urusan hatinya yang tak menemukan titik terang atas perasaan khususnya ke Elis. Malah dikira Fajrin pun mempunyai perasaan khusus ke Elis, membuat Bram salah paham dan hampir saja mengganggu persahabatan mereka.
Tapi takdir kadang tak seindah angan. Segala sesuatu yang sudah direncanakan berjalan tak sesuai keinginan. Bram harus berkali-kali menghadapi cobaan kehilangan orang-orang yang dicintainya. Kehilangan jati diri dan semangat hidup dibuatnya.

3.      UNSUR INTRINSIK NOVEL

3.1 Alur
Maju-Mundur
 3.2    Sudut pandang
Orang pertama

3.3 Setting cerita
Novel ini berlatar cerita di Jakarta. Meskipun ini sebuah karya fiksi, setting cerita ini nyata, membuat cerita menjadi lebih hidup. Ada beberapa tempat yang disebutkan, seperti : Rumah kos, rumah Elis,  didalam angkutan umum, dihalte, rumah sakit, SMU Insan Kamil, kios kecil, rumah Derryl,  pasar Ciputat, rumah Marcel, pasar Jum’at, Universitas Indonesia, Komplek Pemakaman. Ada beberapa daerah yang disebutkan, seperti: Pamulang, Ciputat, Lebak Bulus, Parung, Bintaro, Bekasi. Nama jalan seperti Jalan raya Pamulang, Ciputat, Bukit  Cireundeu. Latar waktunya yaitu di pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, dan dini hari. Latar suasananya yaitu senang, sedih, terharu, bingung, tegang.

3.4    Penokohan dan Perwatakan
a) Bram
Nama lengkapnya Bramudia Ilyas. mahasiswa fakultas keguruan prodi sastra dan bahasa Indonesia Universitas Pamulang. Perekonomian keluarga yang sedang menurun membuatnya tergerak untuk mencari pekerjaan demi menyambung hidup, bertahan kuliah, meringankan beban orang tua. Ayahnya, telah lama meninggal sejak ia duduk di bangku SMK kelas 3. Sedangkan Ibunya, yang harus membiayai anak-anaknya.Bram berkarakter berkemauan keras, memiliki semangat juang yang tinggi, sedikit pemalu, ceroboh, baik.

b) Fajrin
Nama lengkapnya Muhammad Fajrin, biasa dipanggil Fajrin. Dia adalah sahabat Bram. Fisiknya digambarkan bahwa dia adalah pemuda yang berpostur tinggi, berambut cepak dan berkulit putih . Karakternya baik, peduli, suka menolong, berpegang teguh pada prinsip, senang membaca dan taat beribadah

c) Elis
Elis adalah gadis berkerudung asal Cianjur lulusan Pesantren Modern Gontor dan ia sekarang kuliah di Universitas Indonesia. Secara fisik dia sangat cantik.Dia adalah tetangga dekat Bram dan Fajrin. Wataknya baik, pemalu, peduli, menghormati dan menyayangi kedua orang tuanya.

d) Umi Elis
Dia adalah ibu dari Elis, dia sangat baik kepada Bram dan Fajrin  Karakternya adalah dia tidak pelit, peduli bahkan sudah menganggap Bram dan Fajrin sebagai anak mereka.

e) Abi Elis
Dia adalah ayah dari Elis, dia juga sangat baik kepada Bram dan Fajrin  Karakternya adalah dia tidak pelit, juga peduli bahkan sudah menganggap Bram dan Fajrin sebagai anak mereka.

f) Marcel
Dia adalah salah satu murid SMU Insan Kamil. Memiliki fisik kurus, berkacamata. Ia sedang mengidap penyakit kanker. Watak Marcel yaitu nakal, pesimis, susah bergaul dan sinis kepada siapapun yang baru ia kenal.

g) Derryl
Dia adalah salah satu murid SMU Insan Kamil. Memiliki fisik tampan, sombong, iri hati,dan  tidak menghargai orang yang lebih tua  

h) Nayyara
Murid SMU Insan Kamil yang menjadi primadona dikelas XI IPA dan termasuk cewek idola di SMU nya. Memiliki fisik yang cantik dan berwatak genit.

i) Sylla
Dia adalah salah satu murid SMU Insan Kamil yang sering tertidur dikelas pada saat jam pelajaran. Memiliki watak tidak memperdulikan apa yang dikatakan oranglain tentangnya, dan memiliki pekerjaan sebagai pengamen untuk makan dan membiayai sekolahnya.

j) Edo
Dia adalah salah satu murid SMU Insan Kamil. Memiliki fisik yang tinggi besar dan kulitnya hitam legam dengan wajah yang berbekas luka serta memiliki watak yang tak acuh, tidak mehargai orang yang lebih tua dan sombong.

k) Pak Tris
Guru ilmu ekonomi sewaktu Bram masih SMK di boarding school dan sekarang salah satu guru di SMU Insan Kamil. Ia memiliki watak sederhana, ramah, baik,dan selalu memberikan motivasi kepada murid-muridnya. 

l) Bu Veni
Salah satu guru SMU Insan Kamil. Memiliki watak yang baik, ramah dan tegas.

m) Nelwan dan Reddy
Mereka murid SMU Insan Kamil. Nelwan seorang ketua kelas di XI IPA sedangkan Reddy Ketua Osis di SMU Insan Kamil mereka memiliki watak yang peduli terhadap teman, ramah dan baik.

n)       Ayah Fajrin
Dia adalah ayah dari Fajrin . Memiliki watak baik, peduli dan sudah menganggap Bram sebagai anaknya sendiri.

o)        Sulis
Dia adalah adik dari fajrin yang akan dijodohkan bersama Bram. Memiliki watak yang baik, patuh terhadap perintah orangtua.

p)        Hafiz
Pria yang akan dijodohkan bersama Elis. Memiliki watak yang baik.
  
q)        El Humairah Salsabila
Dia adalah guru pengganti Bu Veni. Memiliki fisik cantik, wataknya tegas, baik, dan peduli.

3.5    AMANAT  DARI NOVEL
Pelajaran berharga yang terkandung dalam novel ini yaitu:
1). Kegigihan untuk mengahadapi masalah hidup ini
Hidup perlu diiringi rencana matang agar langkah yang diambil menjadi terarah dan menjadi memiliki harapan. Satu hal yang pantas menjadi pegangan: tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semua sudah Tuhan sediakan, tinggal bagaimana manusia mencari jalan untuk mewujudkan mimpinya.Dalam mencari jalan tersebut perlu perjuangan dan pengorbanan.

2). Semua permasalahan yang kita temui di dunia ini adalah atas kehendakNya, untuk menguji iman kita
Melalui cobaan sebenarnya Tuhan sedang mengingatkan kita bahwa apa yang kita lakukan itu tidak disukaiNya, Itu pertanda begitu sayang dan cintanya Tuhan kepada kita. Yang terpenting kita harus tahu bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kuasa hambaNya, semua cobaan pasti ada jalan keluarnya.

3).Ilmu didapat dari pengalaman
Pengalaman dan ilmu yang dimiliki jika disatukan akan membuahkan kebahagiaan. Puncaknya bisa membuka satu tabir rahasia kasih Ilahi. Allah tidak akan menambah ilmu pengetahuan kepada seorang hamba jika hamba itu tidak mau mengamalkannya.

4)   Saling Menghormati Orangtua
Kita sebagai anak harus menghormati orangtua, karena bagaimanapun merekalah yang sudah membesarkan kita. Walaupun orangtuanya bukan orangtua kita, kita tetap harus menghormatinya.
  
5)   Kokohnya Persahabatan
Persahabatan yang sangat lama membuat kita jadi semakin paham bagaimana karakter sahabat kita, bagaimanapun masalah yang ada didalamnya, tali persahabatan harus tetap kokoh sampai kapanpun.

4.      UNSUR EKSTRINSIK NOVEL

4.1 BIOGRAFI PENULIS
Hengki Kumayandi, penulis muda yang penuh semangat dalam berkarya. Tulisan-tulisan yang penuh makna, inspiratif sekaligus memuat nilai-nilai religi di dalamnya.
Karya-karyanya banyak diterbitkan di media cetak antara lain Manusia Sebelah ( Radar Banten ), Hutan Batu ( Radar Banten ), Caesar
 ( Malang Post ) , Pak Tua Dan Sang Domba ( Sumatera Ekspres ), Mengheninngkan Cinta ( Hai ), Polietilena Do’a Kita ada Di Tangan Manusia ( Malang Post ), Janji Surga Di Tanah Malaysia ( Batak Post ), dan lainnya termasuk beberapa buku  antologi.
Kini namanya mulai melejit berkat novel Tell your Father I’m Moslem terbitan WahyuQolbu. Saat ini penulis aktif menjadi founder dikomunitas penulis : Kelas Online Bimbingan Menulis Novel ( Kobimo ) dan juga salah satu tim di Kinomedia Writer Academy.

5.      KEKURANGAN DAN KELEBIHAN NOVEL

5.1 Kekurangan
¦ Pencetakkan kurang maksimal sehingga masih ada tulisan yang tidak jelas.

5.2    Kelebihan
¦ Judul novel ini menarik sehingga membuat pembaca ingin mengetahui isi dari novel tersebut              
¦ Novel ini banyak mengandung kata-kata yang mudah dimengerti
¦ Novel ini juga mengandung unsur religius
¦ Warna dan gambar pada cover sangat menarik


6.      PENUTUP

6.1 Kritik dan Saran :
¦ Seharusnya pada bagian percetakkan tulisan tercetak dengan jelas sehingga tidak menyulitkan pembaca.
6.2 Kesimpulan:

Buku ini merupakan salah satu buku yang menceritakan tentang perjalanan hidup seorang mahasiswa yang merantau ke Jakarta, dikarenakan krisis ekonomi yang melanda maka ia harus bekerja sambil kuliah. Ia menemukan pengalaman dan teman hidup yang sangat berharga.

Selasa, 24 Februari 2015

PERAN PEMUDA DALAM PERUBAHAN SOSIAL

“ Sesungguhnya mereka (ashabul kahfi) adalah para pemuda yang beriman kepada Rabbnya dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk / hidayah”  (QS. 18:13).

“ Saya wasiatkan para pemuda kepadamu dengan baik, Sebab mereka berhati halus. ketika Allah mengutus diriku Untuk menyampaikan agama yang bijak ini, maka kaum mudalah yang pertama-tama menyambut saya, sedang kaum tuanya menentangnya “ (Al-Hadits)
Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.” [ Hasan al-Banna ]

PEMUDA BINAAN RASULULLAH
ü  Ali bin abi Thalib dibina sejak 8 tahun
ü   Zubair bin Awwam 8 tahun
ü   Arqam bin Abi Arqom 16 tahun
ü   Ja`far bin Abi Thalib 8 tahun
ü   Saad bib Abi Waqqas 17 tahun
ü   Ustman bin Affan 17 tahun
ü   Usamah bin Zaid 18 tahun
ü   Shahih Ar Rumy 19 tahun
ü   Zaid bin Haridsah 20 tahun
Itu Gue Banget..

IDOLA KITA, MUHAMMAD SAW J
Ø  Usia 0 – 4 tahun; sudah menjadi yatim à  psikologik dan fisik  telah distuktur  denan baik
Ø   Usia 4 – 6 tahun; pembelahan dada, kembali ke ibunya à kematangan spiritual dan kecukupan kasih sayang
Ø   Usia 6 – 8 tahun; tinggal bersama kakeknya à pengalaman politik yang intensif
Ø   Usia 8 tahun; bekerja mengembala kambing bersama pamannya
Ø  Usia 12 tahun; bisnis internasional bersama pamannya
Ø  Usia 15 tahun; pengalaman militer dalam perang Fijar
Ø   Usia 20 tahun; pengalaman diplomatik à  pengokohan kredibilitas sosial
Ø   Usia 25 tahun; menikahi khodijah à kepala keluarga
Ø   Usia 25 – 35 tahun; telah memiliki pengalaman sebagai kepala keluarga, pedagang, orang kaya, pemuka masyarakat, dan berbagai aktifitas sosial

POTRET PEMUDA ISLAM SAAT INI
“ Maka datanglah setelah mereka  generasi yang yang lemah,Yang meninggalkan sholat dan
 mengikuti syahwat, maka mereka, Akan menemukan jalan kesesatan “ 

Kondisi pemuda Islam
Ø  Krisis identitas
Ø  Mengabaikan ibadah
Ø  Mengekor budaya barat
Ø  Menyia-nyiakan waktu
Ø  Kurang mandiri ( unenterpreneurship )

APAKAH MEREKA YANG KITA IKUTI ???
Tawuran?, Merokok,? Mabuk-mabukan, dll??

INILAH KITA…
"Generasi Rabbani yang cerdas J"

POTENSI PEMUDA ISLAM
Ø  INTELEKTUAL
Ø   EMOSIONAL
Ø   SPIRITUAL
Ø   FISIK

Karakter PEMUDA ISLAM
Ø  Aqidah yang lurus
Ø  Ibadahnya benar
Ø  Akhlaqnya menawan
Ø  Mandiri dalam penghasilan
Ø  wawasan luas
Ø  Fisiknya prima
Ø  Serius
Ø  Rapi dalam semua hal
Ø  Tepat waktu + disiplin
Ø  Manfaat bagi sesama
  
PERAN PEMUDA ISLAM
Ø  Mendalami Islam minimal dengan 3 aktifitas :
§  Membaca al-Qur’an
§  Membaca buku-buku Islam
§  Tarbiyah secara rutin
Ø  Berdakwah
q Rumah
q Masjid
q Kampus
q Masyarakat
Ø  Meningkatkan ketrampilan
n Leadership skills
n Management skills
n Profesional skills

PEMUDA ISLAM MERETAS KEBANGKITAN!!!! :)

by : Astri Wiastuti Atikah