Rabu, 11 Maret 2015

Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya


Assalamu alaikum Wr. Wb

Pada kesempatan ini saya akan memaparkan tentang Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya, yang bersumber dari buku Materi Pengajian Setahun.  Didalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan ciri-ciri orang yang benar


“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami dan janganlah engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman’.”(Al-Hasyr: 10)
Selanjutnya, Allah SWT mengabarkan tentang Nabi Ibrahim r.a yang berdoa untuk semua orang yang beriman dalam firman-Nya:
“Ya Rabb kami ampunilah aku dan ibu bapaku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”(Ibrahim:41).
Allah juga berfirman mengenai Nabi Nuh as:
“Ya Rabbku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.”(Nuh:28)


Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mendoakan orang- orang yang beriman:
“Dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.”(Muhammad: 19)
Adapun keutamaan mendoakan kebaikan untuk orang lain adalah malaikat akan mendoakan untuknya doa yang semisal. Diriwayatkan dari Abu Daud r.a ia mendengar Rasulullah bersabda:

Dari riwayat lain disebutkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya itu mustajab. Diatas kepalanya ada malaikat yang telah diutus, setiap kali ia berdoa untuk kebaikan saudaranya itu, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, ‘Amin’, dan untukmu kebaikan yang sama.”(HR. Muslim)

Mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya merupakan sunah yang baik yang pernah dijalani oleh para nabi dan orang-orang saleh. Mereka sangat menginginkan agar saudara sesama muslimnya mendapat kebaikan. Sehingga mereka mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya ketika mereka sedang berdoa untuk diri mereka sendiri. Mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya terdapat unsur kecintaan kepada kaum mukminin dan keinginan agar mereka mendapat kebaikan serta menunjukan keikhlasannya untuk Allah, maka para malaikat pun mengamini doanya dan mendoakan orang tersebut dengan doa yang sama.
Dari penjelasan diatas dapat kita ambil kesimpulan:
1.    Keutamaan mendoaakan kaum muslimin tanpa sepengetahuan mereka, dan perbuatan ini merupakan perbuatan para nabi dan orang-orang saleh.
2.    Doa tersebut lebih dekat untuk dikabulkan karena didalamnya terwujud keikhlasan kepada Allah, kecintaan kepada kaum mukminin, dan diamini oleh para malaikat. 





Sumber:
Buku Materi Pengajian Setahun
bbgassunnah.blogspot.com



3 komentar:

  1. Apa sebabnya doa tidak terkabul ?

    BalasHapus
  2. first coment nih:-D dapet apaan?:-D wkwk bermanfaat post nya. tapi kurang banyak lagi pembahasannya heheh

    BalasHapus
  3. Dari ulama bernama Ibrahim bin adham, "sebenarnya doa tidak terkabul itu ada sepuluh macam sebab yaitu :
    1. Kamu mengaku mengenal Allah, namun hak-haknya tidak kamu penuhi.
    2. Kamu mengaku cinta kepada Rasul, namun sunah tidak kamu jalani.
    3. Kamu membaca Al-Qur'an, namun isinya yg terkandung tidak kamu amalkan.
    4. Kamu mengakui syetan itu adalah musuhmu, namun perbuatanmu persis dengan perbuatan syetan.
    5. Kamu berdoa memohon agar dihindarkan dari siksa neraka, namun dirimu kau campakkan ke dalamnya dengan banyak berbuat dosa dan maksiat.
    6. Kamu berdoa memohon agar bisa masuk surga, namun amal perbuatanmu tidak mencerminkan untukNya.
    7. Kamu sibuk ngenggunjingkan aib orang lain, namun aibmu sendiri kau lupakan
    8. Kamu percaya bahwa kematian pasti datang, namun kamu tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan banyak berbuat kebaikan.
    9. Kamu kuburkan orang yg mati, namun kamu tidak mengambil pelajaran dari peristiwa kematian itu.
    10. Kamu rasakan nikmat dari Tuhanmu, namun kamu tidak pernah bersyukur kepada si Pemberinikmat itu.

    BalasHapus